VISI : Fakultas Biologi UGM menjadi Fakultas yang unggul, sebagai pusat pendidikan, pengembangan penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang biologi khususnya biologi tropika yang berorientasi pada kepentingan bangsa dan berdasarkan Pancasila
Anda di sini:

Fakultas Biologi UGM

Staff



Drs. Tri Joko, M.Si.

E-mail Cetak PDF

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


M.Si : Institut Pertanian Bogor (1998), bidang Biologi Laut/Karsinologi.


Minat Penelitian :

Biologi laut.


Udang barong, lobster merupakan komoditas perikanan laut yang penting di Indonesia, bahkan di berbagai belahan dunia, saat ini dan mendatang. Permintaan ekspor terus meningkat, sehingga penangkapan dari alam semakin intensif. Penangkapan intensif yang tidak diimbangi dengan usaha pelestarian dan budidaya akan menyebabkan penurunan potensi sumberdaya hayati lobster. Oleh sebab itu usaha budidaya dan konservasi perlu mendapatkan perhatian yang memadai. Untuk menunjang ke dua hal diatas, "aspek biologi" lobster menjadi sangat penting artinya dan mendasar untuk diketahui serta dikuasai.

Penelitian mengenai biologi lobster (Panulirus spp.) ini telah dilakukan sejak tahun 1993, tentang keanekaragaman jenis, fekunditas, masa bertelur, rasio seks di perairan Pangandaran Ciamis Jawa Barat, dengan dukungan biaya Fakultas Biologi UGM. Penelitian tentang "Hubungan ukuran induk udang barong (Panulirus homarus L.) dengan kualitas telur (bobot kering, kadar asam lemak, daya tetas telur) dan daya hidup larva" telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara ukuran induk dengan berat kering telur, daya tetas telur adalah kuadratik. Induk dengan panjang karapaks dengan ukuran 90,10 - 100,0 mm, menghasilkan larva dengan daya hidup lebih tinggi dibandingkan dengan ukuran induk lainnya. Telur dan larva yang mempunyai daya hidup tinggi mempunyai ciri kandungan asam lemak jenuh, asam lemak tak jenuh n-1, Sn-3 dengan Sn-6 relatif lebih tinggi. Perbandingan kadar n-l, Sn-3 dengan Sn-6 berkisar antara 1,66 – 1,98. Penelitian ini merupakan penelitian thesis dan dilakukan di Balai Penelitian Air Laut, Departemen Kelautan dan Perikanan Lampung, pada tahun 1997-1998. Penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian dan pengembangan lobster.

Pada tahun 2001 -2004, dengan Hibah RUT, dari Kementerian Riset dan Teknologi, penelitian dilanjutkan dengan judul "Optimalisasi pemeliharaan larva udang barong (Panulirus homarus L.) untuk pelestarian sumberdaya hayati". Dalam pelaksanaan penelitian ini didukung oleh Dinas Perikanan dan Kelautan DIY, UPT Sundak dan juga Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara. Dari penelitian ini telah dihasilkan teknik pemijahan di tempat terkontrol, dan Pembesaran juvenil hingga ukuran komersial. Pemeliharaan larva masih mempunyai kendala, sehingga perlu penelitian lebih lanjut, hubungannya dengan pakan alami. Hasil Pembesaran juvenil lobster telah di terapkan dalam program IPTEKDA dengan P20-LIPI sejak tahun 2005.


Afiliasi dengan Organisasi Profesi

Anggota dalam Perhimpunan Biologi Indonesia (1986- sekarang), Perhimpunan Sarjana

Oseanologi Indonesia (1998 – sekarang), Masyarakat Akuakultur Indonesia (2001 – sekarang), dan Masyarakat Taksonomi Fauna Indonesia (2005 – sekarang).


Penelitian

2003 Aspek Biologi dalam AMDAL PT Exxon mobil, blok Cepu.


2002-2004 Optimalisasi pertumbuhan larva udang karang (Panulirus homarus L.) untuk pelestarian sumberdaya hayati.


2001 Pembuatan terumbu karang buatan di Teluk Wedi Ombo Gunung Kidul, DIY.


2001 Monitoring Terumbu Karang di Pantai Selatan Gunung Kidul DIY.


2001 Pertumbuhan larva udang karang (Panulirus homarus L.)dengan pakan rifera yang diperkaya dengan algae dan n-3.


Publikasi

Trijoko dan Haris Setyaningrum. 2006. Pengaruh penambahan Azolla spp pada pakan terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus, Trewavas) di media air laut. Seminar Nasional Ikan IV. Jatiluhur. Masyarakat Iktiologi Indonesia, PPRT- DKP, FPIK - IPB dan Puslit Biologi - LIPI.


Trijoko dan Sugiyapranata, FX. 2006. Keanekaragaman ikan di Daerah Aliran Sungai Opak DIY. Seminar Nasional Ikan IV. Jatiluhur. Masyarakat Iktiologi Indonesia, PPRT- DKP, FPIK - IPB dan Puslit Biologi - LIPI.


Trijoko dan Diana U.W. Pasaribu. 2004. Inventarisasi zooplankton untuk pakan alami larva udang karang (Panulirus homarus L.) di Teluk Wedi Ombo Gunung Kidul, Yogyakarta. Jurnal Perikanan. Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, UGM. Hal 24-33.


Trijoko, Triyanto, S. Helmiati dan N. Untari. 2004, Pemijahan udang karang (Panulirus homarus L.) untuk pengadaan juvenil bagi konservasi sumberdaya hayati. Simposium Nasional. "Perkembangan & Inovasi dan teknologi Akuakultur", Forum Temu dan Kontak Bisnis Akuakultur Indonesia, Konggres I Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI). Semarang.


Trijoko, Triyanto dan A. Budiantoro. 2004. Pertumbuhan udang karang hijau pasir (Panulirus homarus L.) dengan pakan alami pokok dan tambahan. Simposium Nasional. "Perkembangan & Inovasi dan teknologi Akuakultur", Forum Temu dan Kontak Bisnis Akuakultur Indonesia, Konggres I Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI). Semarang.


Trijoko, S.Samanankara. 2002. Pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan juvenil udang karang pasir (Panulirus homarus L.). Jurnal ilmu ilmu perairan dan perikanan Indonesia. Edisi khusus Crustacea. Vol I, Nomor 2, hal 57-64. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB.


Trijoko. 2001. Pertumbuhan larva udang barong (Panulirus homarus L.) dengan pakan Artemia salina. Seminar Akuakultur Indonesia. Puslitbang Teknologi, Lembaga Penelitian UNDIP, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP.


Trijoko, Ridwan Affandi, H.M. Eidman dan Zairin J.R. 2000. Hubungan ukuran induk udang karang (Panulirus homasur L.) dengan kualitas telur dan daya hidup larva. Jurnal Biologi, Fakultas Biologi UGM Vol II. No 8. hal 445-448.

 

Drs. Bambang Agus Suripto, S.U., M.Sc.

E-mail Cetak PDF

No.

Penelitian

Tahun

1.

Keanekaragaman jenis kelelawar buah (Farm. Ptedropodidae) dan pakan alaminya di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, DIY

2002

2.

Kemungkinan serbuk sari tumbuhan sebagai pakan kelelawar (Fam. Pteropodidae di Kecamatan Kokap, Kulon Progo

2004

3.

Jenis-jenis burung di lereng selatan Gunung Merapi Yogyakarta pasca erupsi 2006

2007

 

No.

Pengabdian

Tahun

1.

Kursus Dasar Pengelolaan Lingkungan Terpadu Angkatan ke-57

2006

2.

Kursus Dasar Pengelolaan Lingkungan Terpadu Angkatan ke-58

2006

3.

Kursus Penyusun AMDAL Angkatan ke-38

2006

4.

Pelatihan Penyusunan UKL dan UPL Angkatan Ke-5

2006

5.

Pelatihan Penilian AMDAL Angkatan Ke-26

2006

6.

Instruktur Magang Biologi Vertebrata

2006

 

No.

Publikasi

Tahun

1.

Keanekaragaman jenis burung (Aves) sebagai indikator kesehatan lingkungan

2006

2.

Perjuangan hidup fauna di kawasan padat penduduk

2006

3.

Burung di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah:Keanekaragaman, adaptasi dan jenis-jenis penting untuk dilindungi

2006

4.

Identifikasi jenis dan peranan kelelawar buah penyesap nira kelapa di kecamatan Kokap  Kabupaten Kulon Progo

2006

 

Soenarwan HeryPerwanto, S.Si., M.Kes.

E-mail Cetak PDF

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


M.Kes : Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2004), bidang Parasitologi.


Minat Penelitian :

Parasitologi (Helminthologi, Protozoologi dan Akarologi).


Parasitologi sampai saat ini masih merupakan bidang yang memegang peranan dalam bidang kesehatan khususnya penyakit yang disebabkan oleh Protozoa (Toxoplasma gondii, Plasmodium sp.), Helminth (Nematoda, Cestoda dan Trematoda), Acarina (tungau debu rumah). Ektoparasit terutama vektor beberapa penyakit (Nyamuk Anopheles sp., Aedes sp., Culex sp.) dan berbagai jenis mites dan ticks yang juga mempunyai peranan dalam bidang kesehatan.

Tujuan utama dari penelitian bidang Parasitologi diatas adalah identifikasi berbagai jenis penyakit parasit diatas, pengendalian baik penyebab penyakitnya atau pengendalian vektornya dengan pengendalian hayati hayati yang bersifat selektif. Aktivitas kegiatan yang sedang dilakukan pada saat ini meliputi survey dan analisis status kerentanan vektor nyamuk Aedes sp. di Bantul dan analisis sponge asal Pantai selatan DIY meliputi jenis sponge, profil senyawa bioaktif dan potensi sponge sebagai anti Plasmodium dan anti Toksoplasmosis. Kegiatan rutin di laboratorium adalah pembuatan preparat cacing parasit (Nematoda, Cestoda dan Trematoda), Acarina (parasit pada tanaman, hewan dan juga acarina decomposer), ektoparasit terutama vektor beberapa penyakit (Nyamuk Anopheles sp., Aedes sp., Culex sp) dan sebagainya.


Afiliasi dengan Organisasi Profesi

Anggota dalam Perhimpunan Biologi Indonesia, Perkumpulan Pemberantasan Penyakit parasit Indonesia (P4I) cabang Yogyakarta, dan Asosiasi Pemberantasan Nyamuk Indonesia (APNI) cabang Yogyakarta.


Penelitian

2005 – 2006 Potensi Sponge (Famili Halichondriidae dan Tetillidae) asal pantai selatan DIY sebagai anti malaria dan anti toksoplasmosis.


2004 – 2005 Eksplorasi dan Skrining Senyawa Bioaktif Sponge Asal Pantai Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.


2002 – sekarang Kloning dan Ekspresi cDNA penyandi Protein Rhoptry (ROP) Takizoit Toxoplasma gondii isolat lokal.

 

Dra. Rr. Upek Ngesti W.A., DAP&E., M.Kes.

E-mail Cetak PDF

No.

Penelitian

Tahun

1.

Pengaruh methopren dan temesos terhadap daya tetas telur dan perkembangan nyamuk Aedes aegepty dan Aedes albopictus

2004

2.

 

3.

 

4.

 

 

5.

 

6.

 

7.

 

8.

 

 

Keanekaragaman nyamuk dan potensi penularan demam berdarah dengue di Seloharjo, Pundong, Bantul pasca gempa 27 Mei 2006

Pengaruh ekstrak etanol daun mindi (Melia azedarach L.) terhadap tingkat parasitemia Trypanosoma evansi (Steel 1885) Balbiani 1888pada mencit, Mus musculus

Pengaruh ekstrak etanol daun mindi (Melia azedarach L.) terhadap struktur mikroanatomi ginjal, hepar, dan lien mencit (Mus musculus L.) seteleh diinfeksi Trypanosoma evansi (Steel 1885) Balbiani 1888

Keanekaragaman Acarina dan cacing tanah di bukit Plawangan dan Turgo, Taman Nasional Merapi

Status kerentanan nyamuk Aedes dari Desa Seloharjo Pundong Bantul terhadap senyawa organofosfat

Keanekaragaman nyamuk di Kelurahan Notoprajan, Ngampilan Yogyakarta

 

Keanekaragaman vector dan potensi penularan filariasis di Kelurahan Notoprajan, Ngampilan Yogyakarta

 

2006

 

2006

 

2006

 

 

2007

 

2007

 

2008

 

2008

 

 

 

No.

Pengabdian

Tahun

1.

Penyuluhan dengan tema "Penyakit yang ditularkan nyamuk khususnya demam berdarah dan cara penanggulangannya

2006

2.

Regional konsultan untuk pengisian data elektronik kerjasama Ditjen Pertanian , BPS pusat dan PT GamaEpsilon

 2006

3.

Regional konsultan penyelenggaraan pelatihan e-tronik bidang pertanian kerjasama Ditjen Pertanian, BPS, dan PT Gama Epsilon

 2006

4.

Penyuluhan keanekaragaman nyamuk dan penyakit yang ditularkannya

2007

5.

Instrktur dan pelaksana pengadaan pengelolaan perpustakaan desa di Desa Seloharjo Pundong Bantul

 2007

6.

Sosialisasi Thalassemia: Gejala, Diagnostik dan Penanganannya

 2007

7.

Pembicara dalam seminar Entomologi : Lindungi Diri dari Bahaya Demam Berdarah: Bionomik Aedes aegypti dan Aedes albopictus

2008

8.

Penyuluhan Pengenalan Nyamuk dan penyakit yang ditularkan (khususnya vector Filariasis)

2008

9.

Memberikan bantuan pelayanan identifikasi nyamuk untuk tugas akhir mahasiswa UII Yogyakarta

2008

10

Memberikan bantuan identifikasi cacing tanah untuk mahasiswa Fak. Kehutanan UGM

2008

 

 

 

 

 

 

 

No.

Publikasi

Tahun

1.

Effects of chinnabery’s leaves (Melia azedarach) ethanol extract on the parasitemia level of Trypanosoma evansi in mice, Mus musculus

2006

2.

Current Dengue situation in Jogjakarta Indonesia

2006

3.

The effects of ethanolic extrac of mindis’s leaves (Melia azedarach L.) on histological structure of testis of mice infected by Trypanosoma evansi)

2006

4.

Effects of sponge Paratetilla sp. methanolic extract on parasitemic level of Plasmodium berghei in male mice

2007

5.

Pemanfaatan Mindi Melia azedarach L. sebagai antiparasit Trypanosoma evansi dan dampaknya terhadap struktur Hepar dan Ginjal mencit

2007

6.

Lindungi diri dari Demam Berdarah Dengue: Bionomik Nyamuk Aedes dan pengendaliannya

2008

7.

Antiplasmodial activities of sponge extract Hymeniacidon sp. to Plasmodium berghei in mice

2008

8.

Anti Toxoplasma gondii of Sponge Paratetilla sp. (Familia Tetillidae) Methanolic Estract in BALB/c Mice

2008

 

Dra. Mardhijah Fakih, S.U.

E-mail Cetak PDF

S.U : Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1989),

bidang Parasitologi.


Minat Penelitian :

Parasitologi


Di negara berkembang seperti Indonesia, penyakit infeksi parasit dan konsumsi makanan yang kurang memenuhi syarat gizi merupakan 2 faktor yang paling banyak mempengaruhi status gizi masyarakat. Infeksi parasit merupakn infeksi kronik yang paling banyak menyerang penduduk khususnya dengan status gizi kurang. Demikian juga infeksi cacing pada berbagai hewan (terutama hewan ternak) menyebabkan berbagai kendala yang sangat komplek yang dapat menurunkan produk-produk yang seharusnya dapat dihasilkan oleh ternak tersebut (misalnya: susu, daging), bahkan tidak berproduksi, menurunkan/menghambat pertumbuhan, menurunkan berat badan, menurunkan hasil daging bahkan dapat menyebabkan kematian akibat infeksi tersebut dalam kategori berat.

Aktifitas yang dilakukan sekarang, antara lain:

1. inventarisasi, identifikasi dan klasifikasi organisme parasit.

2. pengendalian berbagai jenus penyakit cacingan dengan memanfaatkan berbagai jenis tanaman yang mudah didapatkan yang berkhasiat obat.

3. struktur cacing dan kerusakannya, bahan aktif yang dihasilkan parasit untuk menembus inang.


Afiliasi dengan Organisasi Profesi

Anggota dalam Perhimpunan Biologi Indonesia (1975–sekarang), Perkumpulan Pemberantasan Penyakit parasit Indonesia (P4I) cabang Yogyakarta (1977-sekarang), Asosiasi Pemberantasan Nyamuk Indonesia (APNI) cabang Yogyakarta (2004-sekarang).


Penelitian

1. Kemampuan reproduksi nyamuk Culex (Culex) tritaeniorhynchus Giles, 1901.

2. Kemampuan reproduksi nyamuk Anopheles barbirostris.

3. Fauna dan kekerabatan fenetik Anopheles spp. di Yogyakarta.

4. Bentuk dan susunan gigi pharynx sebagai karakter bantu untuk pengenalan spesies Anopheles Miegen, 1901.

5. Eksplorasi bakteri entomopatogenik yang berpotensi sebagai agensia pengendali hayati terhadap serangga vektor penyakit Aedes aegypti, Culex quinquifasciatus dan Anopheles aconitus.

6. Efikasi Mesocyclops aspericornis sebagai pengendali hayati larva Aedes aegypti pada media air yang mengandung desinfektans kaporit.

7. Kemampuan cacing Romanomermis iyengari sebagai pengendali hayati larva nyamuk Culex quinquifasciatus pada air yang mengandung insektisida diazinon.

 
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL